Kamis, 23 September 2010

Si felis catus

Seekor kucing berbulu hitam putih menyelinap perlahan diantara kaki para pengunjung kantin bakso di belakang kampus. Seperti kebanyakan kucing lain yang membenci air, dalam artian: hujan, mereka mencari tempat hangat dan nyaman untuk berteduh. Kucing yang satu ini memutuskan untuk tidur siang di bawah meja kantin, meja yang berada tepat disebelahku. Kusantap makan siangku dengan pandangan tak mampu lepas dari si kucing.

Sejak dulu aku selalu menyukai makhluk bermata tajam bernama kucing ini, kalau tidak dibilang fanatik. Kucing selalu membuatku terpesona. Lebih kearah perasaan kagum daripada gemas. Aku menyukainya bukan saja karena mereka pandai bersikap manis dan berbulu lembut. Makhluk yang tersebar diseluruh penjuru dunia ini memiliki aura kemandirian dan kepandaian. Kucing adalah makhluk yang pandai, meskipun kau mungkin lebih setuju lumba-lumba atau simpanse adalah mamalia terpandai dimuka bumi. Mata mereka yang tajam seakan mengisyaratkan perasaan mereka sebagai makhluk yang terbuang dan terlantar, tapi mereka tetap berjuang hidup. Ini lucu betul memang, tapi aku sangat menyukai sorot mata kucing.

Daripada imej sebagai hewan pencuri (seperti istilah 'cat burglar'), kucing adalah makhluk yang kalem. Jika anjing memiliki rasa kesetiaan dengan tuannya, kucing yang bahkan kucing-peliharaan sekalipun, tetap merupakan makhluk mandiri. Sebagai pemburu yang ulung, ia mengandalkan penciuman yang tajam serta gerakan yang cepat. Anjing mungkin ditakdirikan sebagai sahabat terbaik umat manusia, kucing diciptakan untuk dirinya sendiri, bukan untuk mengabdi pada siapapun. Singkatnya, dia bukan makhluk terikat.

Dan itulah alasanku menyukainya, lebih dari para anjing.

Lagipula, yang bikin aku heran dengan kesinisan manusia pada kucing adalah, terkadang kucing dianggap makhluk penyebar penyakit dan pencuri. Sebenarnya mungkin "iya", tapi lagi-lagi itu tergantung pandangan kita masing-masing. Kucing bagaimanapun juga 'mencuri' ikan diatas meja makan untuk hidup. Apa yang salah dengan itu? Toh, kita hidup di bumi berdampingan dengan makhluk hidup lain yang juga berjuang mempertahankan hidup. Kalau semua orang menghayati prinsip toleransi antar sesama makhluk hidup, niscaya kita tidak akan tega berbuat semena-mena dengan makhluk hidup lain.
Aku ceramah begini jadinya, hahahahaha..

Yah, pokoknya...
kembali ke kucing belang hitam putih yang pertama kali aku bicarakan, dia masih tidur disana. Baru saja terlelap setelah letih mengawasi kalau-kalau ada kaki manusia yang mengusirnya. Ia tertidur disana, aman dan hangat. Aku senang melihatnya. Maksudku, itu bagus sekali.. melihat sang kucing yang malang dan terlantar paling tidak bisa tidur siang dengan enak. Yap, sebelum seseorang datang dan memukul sang kucing, mengusirnya dengan satu tendangan hingga membuat si kucing tersentak. Aku sendiri juga terkejut bercampur gusar. Seseorang tak punya hati merusak tidur siang si kucing dan memukulnya. Seakan belum cukup untuk membuat si kucing terkejut, ia juga menyakitinya. Aku tidak tahu apa yang dirasakan si kucing tentang sikap manusia sombong tadi, kecuali perasaanku sendiri yang terasa sakit. Aku tiba-tiba teringat akan seekor anak kambing yang kakinya terserempet motor seseorang di tengah jalan raya ketika aku mudik kemarin. Masih teringat di kepalaku erangan anak kambing yang menyayat hati itu.

Meskipun tak bisa dibandingkan dengan kejadian anak kambing tersebut, kucing tadi tetaplah meyedihkan buatku. Sang kucing bangun dan pergi perlahan dengan tenang. Tanpa protes. Lagi-lagi dengan matanya yang sayu. Ia menghilang di luar pintu kantin. Mood-ku untuk makan hampir hilang.
Aku jadi berpikir, berapa banyak, detik ini, makhluk hidup diluar sana yang mengalami penyiksaan lebih parah? Mengapa manusia begitu angkuh dan merasa bumi tersedia untuk melayani kehidupan dirinya saja? Sehingga saking pelitnya, tak ada tanah tersisa untuk si kucing tidur dan berteduh. Si kucing tidak buang air,tidak mencuri makanan, tidak mengganggu siapapun, for God's sake!
Lalu aku sadar, bisa jadi hanya aku seorang di dunia ini yang berpikir seperti ini.

Kamis, 02 September 2010

Masalah, masalah, masalah...

Yang namanya hidup memang gudang masalah.

Yap, bukannya mau mengeluh. Ane hanya mau berusaha melatih mental. Masalah makin banyak dan tantangan makin berat. Tuntutan dari orang sekitar makin besar pula, terutama dari orang tua. Kita semua ingin semuanya berjalan lancar, mulus, dan menyenangkan. Tapi hidup bukannya naik Ferrari di jalan tol pas lagi sepi. Bukan juga mendaki gunungdengan kereta ski. Hidup = masalah.
Tapi ane mencoba terus untuk tidak memikirkan hal itu.

Sesungguhnya gak ada masalah dengan itu semua! Yeah, kalau normalnya hidup = masalah, kenapa musti dipusingkan lagi? Sama seperti, kalau mati adalah bagian dari kehidupan yang alami, kenapa masih banyak orang maksa mau cepetan mati? Bicara soal hidup dan mati, memang agak rumit dan mendalam. Tapi daripada ane ceramah soal itu, lebih enak jalani saja yang ada sekarang dan biarkan Allah SWT yang menilai. Seandainya, kids.. masalah datang pada kalian dan kalian merasa down, itu wajar! Kita ini bukan makhluk kuat, tapi kita juga tidak lemah. Mari kita berpikir jika masalah tertentu datang : Well, ini memang bagian dari hidup, kan? Inilah kenyataan, kawan. Dan ini bukan masalah besar, semuanya akan baik-baik saja. Semua sudah digariskan. Allah SWT selalu bersama kita dan tidak pernah meninggalkan kita barang sedetikpun.

"This is just a part of life! That's not in white lines! That's not a big deal!"---Noel Gallagher (sedikit kutipan)

Bersyukurlah atas semua masa-masa sulit yang kita jalani, karena dengan demikian kita makin dewasa. Jangan mengeluh apalagi mengutuk. Lakukan sesuatu yang kongkrit, karena kalau cuma berdoa, masalah tidak akan kunjung selesai. Tapi jangan lupa untuk memberi diri sendiri kebahagiaan. Kita semua berhak untuk bahagia! Iya, kan?

Have a wonderful life, kids!

Dan satu lagi mimpi yang akan ane capai: pergi ke Utara dan melihat aurora!

Rabu, 01 September 2010

Kanon Iguchi


Mungkin diantara kalian ada yang seneng baca-baca cerita horor? Entah itu komik atawa novel? Kayak Bram Stoker atawa Stephen King? Gosh, ane suka banget baca genre beginian. Baca cerita horor itu menyenangkan karena apa coba? Karena kita sadar sedang ditakuti-takutin! Sayangnya, sampai sekarang, gak ada horor yang berhasil bikin gw takut. Serius. Mau film kek, novel kek, komik kek. Kek kekekekkek.. (gaje mode ON). Yah, pokoknya gak ada setan yang mampu bikin ane bertekuku lutut atau selimutan dalem-dalem di kasur. No way!

Tapi ane tetap seneng baca yang horor-horor.

Dan ane ingatkan disini bukan horor kayak film-film horor kacangan ala Indonesia atau Thailand. Tapi horor kayak... hm.. ala Stephen King? Terutama yang tidak melibatkan hal-hal supranatural. Bisa dibilang seneng horor psikologis gitu <---ada gak sih genre ini? Contohnya, ada beberapa karya Stephen King yang kayak gitu : "The Shining", "Quitters Inc.", atau yang agak aneh kayak "Night Shift" dan "The Mongrel". Asli aneh ceritanya! Baca sendiri... kalau berani.

Mungkin kebiasaan buruk ini dipicu oleh kesukaan baca-baca novel "Goosebumps" sama "Cerita Hantu di Sekolah" (yap, bukan "Kisah Kasih di Sekolah", tapi cerita hantu alias Gakko No Kaidan, ada yang baca?).

Sementara mangaka yang gw suka selain Reiko Shimizu, tentu saja mangaka horor yang sempat terkenal komik-komiknya di Indo tahun 90'an... Kanon Iguchi-sensei!!
Judul-judul yang diterbitin di Elex Media ada ini nih :
  • Run
  • Tolong!
  • Aku Takut
  • Lukisan Merah
  • Peramal
  • Berita Hari Ini

Meskipun gak tahu kenapa komik-komik beliau ini udah gak keliatan lagi satupun di toko buku besar manapun. Sepertinya dia hiatus atau Elkom sengaja gak mau terbitin lagi. Apapun itu beneran PAYAH! Buat ane yang seneng horor-hororan (gw kok jadi orang horor banget, sih?), gw selalu menunggu karya dia itu. Pertama kalinya baca pas waktu SD yang judulnya "Lukisan Merah" (ada yang inget?), tentang siswa SMA yang mengecat merah rambutnya kemudian kecelakaan lalu lintas sampai dia mati itu lhoo... Hm, tidak ada yang tahu. Ya sudah. Kalau kalian sempat nemu salah satu karyanya di toko buku bekas yang secondhand, cobalah buat baca. It's really good! Yah, walaupun gambarnya gak seheboh gambar komik kayak Vagabond atau 20th Century Boys atau ceritanya gak fantastis (lebay) kayak Code Geass atau Kuroshitsuji, tapi sumpah, kalau nt pada bete sama omong kosong atau cerita komik yang super lebay, komik-komik Kanon Iguchi jadi alternatif (hiks, sayangnya cuma segitu doank judul yang terbit di Indo! Indo siaalll!). Soalnya komik-komik si Iguchi sensei ini bisa dibilang realistis. Konfliknya mungkin saja terjadi di sekitar kita. Sama sekali gak melibatkan roh-roh, makhluk halus, atau monster sialan. Biasanya ceritanya terasa simpel di awal-awal, tapi endingnya itu lho, nge-twist banget! Inget banget pas baca yang judulnya Senin Abadi. Tentang seorang cewe yang mencari cowo yang dia sukain pas SD (beuuh), setelah menyatakan perasaannya ke si cowok capek-capek, eh malah dikasi tau sama komiknya bahwa hari itu ada komet (atau meteor) yang akan jatuh dari langit dan tak ada yang bisa mencegah itu. Ending apaan itu. Tapi sedih!! Sedihh..! (lebay)

Ceritanya kebanyakan seputar kehidupan anak SMA dan segala masalah kehidupan mereka. Hubungan buruk ke orang dewasa dan para guru dan sebagainya. Mengenai gambar.. tidak terlalu istimewa, tapi gak jelek! Malahan agak memiliki semacam karisma lho. Kayak gambar si Reiko Shimizu itu. Bukan kayak CLAMP sialan itu juga. Yah, pokoknya kalau kalian cari cerita cinta remaja di komik Iguchi sensei, berarti kalian nyapek-nyapekkin diri aja, karena hal cheesy begituan gak ada. Nt bakalan disuguhin cerita yang singkat-singkat, aneh, dan sering juga nih : menyentuh. Bener-bener bizarre!

Yang masih mengganggu pikiran ane (cielah!), adalah apakah nih orang bernama Kanon Iguchi masih hidup atau udah mati? Kalau iya hidup, kok ane cari di Google namanya malah gak ketemu?? Hmm, kesel ane. Mana kalau ke Gramed sekarang bete harga komik udah melambung tinggi seperti balon helium, udah gitu pas dibaca ceritanya? Halah, pengen ane bakar aja sekalian (tapi gak jadi, sayang duitnya)!! Mendingan komik jadul, udah murah, ceritanya gak neko-neko, eh... tapi ada juga sih yang lebay kayak Candy-Candy dsb. Mana ada sekarang komik thriller yang plotnya cerdas kayak Kanon Iguchi? Gak ada! Wuah, bete! Dimana gerangan dikau Iguchi sensei?! Bosen nih bacanya novel sok psikopat atau novel ninja-ninjaan. Enek mampuss... emang yang namanya komik bagus jarang diterbitin disini. Nyari komik-komik karya Sakura Tsukuba aja susah. Eh, ada yang tahu dia gak? Tahulah pasti.

Jadilah saya sering nongkrong di toko buku bekas. Karena murah, barangnya langka, dan penjaga tokonya ganteng lagi. Haha.
Ya sudah, capek juga ngetik. Habis ini mau nonton film aneh yang judulnya "Elegy". Itu lho yang tentang dosen tua bangka (Ben Kingsley) yang naksir sama mahasiswa Kuba-nya yang seksi (Penelope Cruz)...


Have a nice day, kids! Always read the good books!