Senin, 16 Agustus 2010
Wibbling Rivalry Part. 2 (Indonesian Translated)
L : Aku memang sedang membicarakan band kita.
N : Tidak. Kau sedang bicara tentang DIRIMU. Band kita adalah tentang LAGU. Dia (si wartawan) baru saja bilang, 70% apa yang orang-orang tulis tentang kita adalah tentang MUSIK, ya. Aku akan mengambil 70% itu. Sisa 30%---kau bisa makan itu.
L : Hey, duduk, kawan, duduk. Kau sudah kelewatan. Kau kebanyakan minum G&T. Duduklah, sialan.
N : Tidak, masalahnya adalah : Kau bukan jubir untuk band ini.
L : Kau sendiri?
N : Kalau aku ya.
L : Boleh saja kau ngomong, tapi sejauh yang kuperhatikan, apa yang kau katakan itulah omong kosong keparat, man.
N : Baik, tapi kau tetap bukan jubir band ini.
L : Kau tidak bicara untuk band ini.
N : Aku bicara untuk band ini.
L : Akulah yang bicara untuk band, dan sekarang aku sedang bicara tentang band ini. Karena aku memang begitu. Dan orang ini (menunjuk ke Noel), bukan peminum, dia cuma pendeta sialan. Dia memang dilahirkan untuk jadi pendeta.
N : Tidak, bedanya adalah : aku tidak ditangkap polisi.
L : Terus apa yang mau kau katakan? Yang ingin kau katakan itu ya, bahwa aku keluar ke pub, ya. Aku minum sedikit bir, ya. Lalu tiba-tiba situasi berubah. Dan akhirnya aku harus berbuat itu.. (bergerak dengan gaya banci).
N : Pub apaan? Dimana?
L : Seperti yang di kapal feri itu! Sama saja!
N : Tidak! Ini berbeda! Karena kau disana sedang bersama Oasis! Bersama band kita!
L : Nah, nah.. kan tidak ada aturannya! Tunjukkan padaku buku peraturannya kalau begitu. Karena kalau kau punya benda itu, berarti yang dari tadi kau bicarakan adalah... (meraih tape recorder dan menyumpal kemulutnya sendiri).... bloaaarrskybluh!
N : Kau yang pergi ke serambi-serambi hotel, dimana ada orang-orang disana. Lalu kau yang ber-"pssssttt" lalu mengetuk pintu kamar hotel orang. Itu yang kau perbuat!
L : Aku lagi kacau. Lagian gak ada orang yang terluka karena itu. Itu aku. John Lennon juga dulu suka berbuat yang aneh-aneh....
N : Kau kenal John Lennon?
L : Kau kenal dia?
N : Aku nggak, tapi kau?
L : Yeah.
N : Well, kalau begitu kau pasti sudah tua betul. Berapa umurmu? 21?
L : Nggak, sekitar seribu lima puluh satu..
N : Kamu 22.
L : Tidak. Aku 21.
N : Benar, dan ingat, aku melihat sendiri kau lahir, aku bahkan tidak kenal John Lennon. Jadi berhentilah bicara seakan kau kenal.. John Lennon
L : Ya, terus kamu mau bilang apa sebenarnya? Mau kita jadi teetotal (orang yang tidak minum alkohol) terus keluar dan bertingkah sepertimu?!
N : Musik! Musik! Musik! Musik! Musik! Kita sedang bicara musik!!
L : Kau mau jadi Keith Richards! Akuilah!! Akuilah!! (mereka bicara bersamaan sambil berteriak-teriak)
N : Mari kita bicara tentang musik! Mari kita bicara tentang musik! Mari kita tidak usah bicarakan tentang dirimu yang bajingan tengik! Mari kita bicarakan musik!!
L : Kaulah yang tiba-tiba membahas kejadian di kapal feri!!
Q : Hei, hei... ayo kita bicara, sampai mana kita tadi? Ada orang-orang yang bilang : "Aku datang ke bus Oasis, mereka semua sedang memakai obat dan mereka terus terjaga sepanjang malam..", apa kau begitu?
N : Orang-orang, mereka semua sedang duduk di seluruh apartemen di penjuru Inggris sekarang, entah di Glasgow, Manchester, Birmingham, Leeds, Liverpool, Sheffield, di ruangan seperti ini dan mereka memakai obat. Itu kenyataan hidup.
L : Jadi diamlah kawan! Sekarang kau malah makan omonganmu sendiri, kau mabuk berat sekarang! Aku gak mau kau anggap sebagai bajingan tengik! Aku disini untuk bermusik! Tapi hal-hal itu pasti akan mengikuti prosesnya. Selalu begitu!!
Q : The Who (band) juga saling benci satu sama lain.
L : Yeah, aku juga benci bajingan ini.
Q : Itukah yang membentuk band ini?
L : Yeah, sebab itulah apa adanya. Itulah mengapa kita adalah band terbaik di dunia! Karena aku benci si goblok sialan ini (Noel), betul-betul benci! Dan kuharap suatu saat ada kejadian aku memukulnya dengan gitar Rickenbacker, tepat dihidungnya. Dan dia akan melakukan hal yang sama, sebab sebentar lagi kita akan memulai itu. Kita benar-benar selangkah akan melakukannya! (Seram bener si Liam.)
Q : The Who juga suka mengungkit-ungkit kebencian sesama mereka.
N : Yeah, kayak kau (tertawa)
Q : Sesering apa kalian bertengkar?
L : Tiap hari. Yeah, tiap hari.
N : Tiap jam... tiap jam (mengoreksi Liam)
Q : Terus gimana kalau kalian naik ke satu panggung?
L : I fuck him off
Q : Apakah kalian langsung adu argumen sebelum.. sebelum...
L : Aku ngurusin mic saja, oke. Karena urusanku memang itu saja. Aku gak memulai perkelahian, karena dia (Noel) berpikir bahwa ideku terlalu memalukan atau apa... terserah. Urusanku cuma sama mic dan vibe. Sedangkan urusannya adalah berdiri di sudut panggung keparatnya, mainkan gitar dan sedikit menari--biarkan saja dia. McGuigan ngurus dirinya sendiri, drummer juga begitu. Kita ini (Oasis) berlima, bukan satu orang.
Q : Kau punya mimpi yang terjadi berulang-ulang?
N : Yeah... ada satu.
L : Aku mimpi mengambil alih band ini.
Begitulah. Wawancara mungkin belum selesai tapi tape recordernya berhenti. Apa yang terjadi seterusnya hanya Tuhan dan mereka yang tahu. Kenyataannya, Oasis bertahan dengan segala konflik Liam vs Noel ini selama 18 tahun. Bayangkan. Ketika ditanya mengapa mereka bisa bertahan begitu lama? Band lain mungkin sudah bubar dalam waktu 5 tahun. Noel dengan bijak menjawab, "Kami disini (Oasis) karena kami mencintai musik. Bukan untuk hal lain. Itulah yang membuat kami bertahan..."
Apapun itu, mereka benar-benar melengkapi satu sama lain.
Have a nice day, kids.
Wibbling Rivarly (Indonesian translated)
![]() |
| Noel : "we're brothers and we're fight, that's how brothers all over the world!" |
Hey, kids. Ane berpikir kali ini buat mengupload satu interview sungguhan yang selalu membuat ane ketawa tiap kali ane dengerin. Mungkin kalian tertarik? Terserah. I don't give a fucking shit, kids.
Alright, the thing is, it's a fourteen minutes of verbal mayhem. Audio ini berisikan rekaman wawancara Noel dan Liam Gallagher dari band mereka yang baru tahun kemarin bubar, Oasis. reputasi mereka yang sangat terkenal tentu saja, selain sebagai band terpenting era Britpop 90'an, karena mulut bacot mereka yang seringnya bikin orang terganggu, tapi lebih sering lagi... kocak. Kocak sangat.
Berpikir kalau gw kayak orang gak ada kerjaan sampai rajin banget nge-post beginian? Gak heran, mungkin ada benarnya. But once again, i don't give a fucking shit, man.
Jadi tentang apa sebenarnyakah interview Wibbling Rivalry yang terkenal ini? Isinya adalah wawancara yang penuh kata-kata kasar, lucu, dan rada filosofis (ketika mereka bicara tentang musik & rock'n'roll) antara Noel dan Liam dari kamar sebuah hotel pada tanggal 7 April 1994 di Glasgow. Untuk melihat isi wawancara yang sebenarnya dengan Bahasa Inggris ala Manchester (yang sungguh sulit dipahami) silakan lihat disini.
Tapi kalau kalian ingin memahami dengan terjemahan Indonesia, yang kulakukan sendiri, bisa baca dibawah.
Nah, percayalah, wawancara antar saudara kandung ini lucu betul!
Audio Wibbling Rivalry Oasis Part 1 : Noel's Track
Audio Wibbling Rivalry Oasis Part 2 : Liam's Track
Hotel Forte Crest, Glasgow. Sekitar tengah malam..
Pewawancara (singkat jadi Q) : Bagaimana pendapat kalian soal reputasi kalian sebagai band penggila pesta?
Liam (L) : Aku memang begitu, seperti yang dia (Noel) katakan, aku pulang kerumah, dihukum oleh ibuku. Lalu dia menjitakku di kepala sambil berkata : "Ngapain sih kamu, anak nakal?"
Q : Apakah kau dapat jitakan lagi sepulang dari Amsterdam?
L : Oh, iya. Aku dijitak sepanjang waktu. Ibuku, dia menatapku dan berkata : "Kau bajingan sialan!", mengerti kan maksudku?
Noel (N) : Ini soal reputasi, kan? Yang...
L : Aku suka bagaimana itu terjadi. Mengingatkanku terus pada Stone Roses (band yang terkenal sebelum Oasis) . Aku senang betul hal itu. Aku ingin 2.000 orang berkumpul dan membicarakanku dengan cara yang salah. Aku ingin berada disana.
N : Whoa, tunggu sebentar. Bukan itu yang dia (pewawancara) maksud!
L : Itu yang dia maksud.
N : Dia itu lagi ngomongin 'reputasi'. Tentang soal diusir dari kapal feri sialan itu. Diusir dari kapal feri lalu dipindahkan itu bukan suatu hal yang bikin aku bangga!
L : Aku bangga.
N : Baik, kalau kau bangga diusir dari kapal feri, kenapa tidak kau pergi dan dukung West Ham? Lalu keluar dari band-ku, lalu jadi football hooligan (fanatik bola yang gila), sebab kita ini musisi kan? Bukan football hooligan!
L : Kamu tuh cuma sirik aja karena waktu itu cuma dikamar sambil baca buku-buku sialanmu...
N : Tidak! Dengar, ini ada quote dari Marcus Russel (manajer band mereka)..
L : Ah, dia itu cuma orang bajingan sialan...
N : Diam kau, goblok! Dia turun dari feri setelah diusir dari sana. Sementara aku ditinggal di Amsterdam, (baiklah, sampai sini sudah kelewat kasar, ane gak mau cantumin disini, cari tahu aja sendiri artinya, kids!) with my dick out like a spare prick at a fucking wedding...!
L : bukan tindakan yang bagus.... (menggerutu)
N : Diam, diam! Dia (Marcus) turun dari feri dan berkata : "Ngapain sih kamu disini?!", orang-orang ini berpikir bahwa rock'n'roll adalah tentang "diusir dari kapal feri"
L : Tidak, aku tidak begitu.
N : Diam dulu! Nah.. orang-orang ini berpikir bahwa diusir dari kapal feri adalah rock'n'roll...
L : Nggak.
N : Diamlah! Orang ini berpikir bahwa diusir dari feri itu rock'n'roll. Kau tahu apa yang Marcus katakan padanya? Nah, dia bilang, "Rock'n'roll itu artinya, kau adakan konser, mainkan musik, kau pergi lalu kembali dan bilang pada penonton bahwa kau telah membuat mereka senang! Bukannya kau jadi orang aneh goblok dengan borgol ditanganmu.Itu namanya footbal hooliganisme, dan aku gak terima hal itu. Dan, dengar ya, mereka juga didenda ribuan pounds per-kepala...
L : Nggak. Kita gak didenda. Kau bisa sumpal ribuan pounds itu di bokongmu sampai keluar lewat mulut besar sialanmu!
N : (pergi ketoilet)
sementara Noel sibuk di toilet, Liam ditanya oleh pewawancara soal "keinginan band Oasis agar dicap sebagai 'bad boys'".
L : Dengar, aku tidak berpikir ingin mendapat imej sebagai "bad boys". Aku ingin mendapat imej sebagai "diriku sendiri". Dan kekacauan yang terjadi di kapal... itu karena kita sedang minum-minum. Aku suka minum. Aku memang begitu orangnya.
Noel : (bicara dari toilet) Kau tidak boleh minum, tolol!!
L : Siapa yang tidak boleh?! Kau ngomongin sesuatu lalu loncat ke masalah lain, aku sudah capek ngurusin itu.
N : (selagi Liam mencoba bicara Noel mengeluarkan teriakan dan sahutan yang mengejek) Eeyaree! Woah!
L : Diam! Diam! Aku bukan lagi bilang kalau aku bangga dengan semua kejadian itu... tapi begitulah adanya. Itulah yang sudah terjadi... (Noel berteriak makin keras), seperti yang Bobby Gillespie katakan : "Aku muak dengan band-band sialan yang gak ikutan situasi begini lagi....", band terakhir yang bikin gila-gilaan seperti ini adalah Sex Pistols. Mereka keluar kejalan dan sesuatu pasti terjadi. Begitulah keadaannya, begitulah mereka, dan begitu pula aku.. Aku selalu keluar dan bertemu dengan....
N : (keluar dari toilet) Omong kosong. Omong kosong. Omong kosong. Itu omong kosong!
L : Kau yang tutup mulut. Kau yang dari tadi menyudutkanku itu yang bicara omong kosong!
N : Kalau kau berpikir rock'n'roll berarti tentang ditangkap polisi....
L : Rock'n'roll itu berarti kau jadi diri sendiri! Dan itu yang terjadi semalam di kapal! Aku minum dan terlibat perkelahian! Itulah!!
N : Diam!! Diam, diam, maukah kau diam!? Rock'n'roll itu tentang musik. Musik. Musik. Musik. Musik. Bukan tentang KAU. Bukan tentang aku. Bukan tentang Oasis. Tapi musik!
L : Terus Sex Pistols itu apa?!
N : Siapa yang bicara tentang Sex Pistols??
L : Mereka adalah band terbaik yang pernah ada, atau salah satu yang terbaik!
N : Nggak! Mereka nggak gitu. Mereka cuma bikin satu album.
L : Apa mereka peduli??? Itulah kenapa mereka keren!!
N : Apa? (dengan nada super nyelekit), karena mereka ditangkap polisi jadi mereka KEREN? Karena Rolling Stones juga ditangkap polisi jadi mereka juga KEREN? Fuck off, bullshit! Bullshit!!
L : Tapi mereka punya sesuatu....
N : Apa itu?
L : Hidup, goblok kau.
N : Hidup? Kita juga punya kehidupan! Kita juga punya!
L : Kita gak punya itu kalau kamu mulai bertingkah begini! Apa kau mau jalan-jalan dengan gaya begitu?
N : Nggak, nggak sama sekali (berulang-ulang)
L : ...lalu naik ke panggung terus bertingkah kayak gini.....
N : Nggak, nggak... nggak... Kau yang berpikir diusir dari kapal feri berarti rock'n'roll. Ternyata bukan.
L : Aku gak bilang itu rock'n'roll
N : Tadi kau bilang begitu, goblok! Kau bilang 'It's rock'n'rooooooooooollll!, it's rock'n'rooooooooooollll!"
L : Aku cuma menertawakan saja! Dan sejauh yang kupahami, aku ikutan. Sekarang aku sudah keluar dari penjara. Aku tertawa dan berpikir, "yeah, bagus sekali kawan", itu sudah terjadi. Itulah kenyataan, kawan.
N : Kita bukan sekumpulan petinju, iya kan? Band ini adalah tentang musik. Bukannya tentang: diusir dari feri sialan! Kenapa kau gak sekalian saja turun kebawah sekarang, hancurkan bar dibawah, dan bilang semua orang kalau kau ADALAH vokalis Oasis?!
L : Soalnya aku gak mau. Sebab kalau sudah kulakukan, tak akan ada yang bisa menghentikanku.
N : Terus kenapa kau tidak buat kekacauan saja sekarang? Kenapa tidak kau lakukan sesuatu seperti Keith Richard (gitaris Rolling Stones)? Lempar TVnya keluar jendela! Lempar TVnya keluar jendelaa..!!
L : Aku gak mau melakukan itu! Kalau aku mau maka sudah aku lakukan tadi! Tapi aku NGGAK mau! Aku bukan orang macam itu!
N : Terus macam apa kau?
L : Aku ini... aku ini macam... (meneguk bir G&T dengan suara keras). Begitulah aku.
N : Yeah, kau memang gitu. Tapi aku sedang bicara soal band kita disini. (bersambung ke part 2)
Minggu, 15 Agustus 2010
I Am The Walrus music video
One of my favourite Beatles song. Tiba-tiba saja mau ngepost nih video. Mungkin gak ada salahnya ane bahas sedikit. Pertama kali kenal Beatles lewat lagu balladnya yang terkenal "Yesterday", karena suatu hari guru di tempat kursus Bahasa Inggris ane ngasi tau bahwa lagu itu tidak hanya salah satu lagu terbaik yang pernah ditulis, tapi juga John Lennon, si penulis lagu, mendapat inspirasinya lewat mimpi. Dahsyat. Sedangkan ane apa yang ane mimipiin tiap malam? Mimpi-mimpinya John Lennon memang berbeda ya...
Lalu seterusnya ane jadi suka lagu-lagu mereka.
Lagu I Am The Walrus ditulis juga oleh John Lennon. Selain videonya yang nyentrik, kalau tidak dibilang aneh, liriknya juga sebenarnya tidak memiliki arti khusus. Bahkan lebih mirip gumaman orang mabuk. John Lennon mengaku inspirasi lagunya berasal dari karakter walrus dari puisi The Walrus and The Carpenter dari buku Through The Looking Glass karangan Lewis Carroll. Liriknya benar-benar tidak nyambung, tapi tetap saja musiknya yang bernada psychedelic terdengar unik. John Lennon memang tidak pernah mempermasalahkan makna lirik-lirik yang dia buat, dua baris pertama lirik I Am The Walrus : "I am he as you are he as you are me and we are all together. See how they run like pigs from a gun, see how they fly" ditulis ketika John sedang high. Liriknya : "Mister City Policemen sitting, pretty little policemen in a row" mendapat inspirasi ketika ia suatu pagi mendengar sirene mobil polisi dari jendela. Kau bisa menebak lebih jauh orang macam apa John Lennon itu, kan? He's an eccentric guy, obviously.
Apapun itu maksudnya, listen to it, kids! Sometimes we just need to listen to the melodies, not only the lyrics.
![]() |
| Artwork design dari single I Am The Walrus |
Oasis : I Hope I Think I Know and lyric
Lirik :
They're trying hard to put me in my place
And that is why I've gotta keep running
The future is mine and it's no disgrace
Cos in the end the past means nothing
You tell me I'm free then you tie me down
And from my chains I think it's a pity
What did it cost you to wear my crown
You don't like me why don't you admit it
I feel a little down today
I ain't got much to say
You're gonna miss me when I'm not there
And you know I don't care, you know I don't care
As we beg and steal and borrow
Life is hit an miss and this
I Hope, I Think, I Know
And if I ever hear the names you call
If I stumble catch me when I fall
Cos baby after all
You'll never forget my name
You'll never forget my name
You're trying hard to put me in my place
And that is why I've gotta keep running
The future is mine and it's your disgrace
Cos in the end your laugh means nothing
To feel a little down today
But you ain't got much to say
Who's gonna miss you when your not there
You know we don't care, you know we don't care
Cos as we beg and steal and borrow
Life is hit and miss and this
I Hope, I Think, I Know
If I ever hear the names you call
And if I stumble catch me when I fall
Cos baby after all
You'll never forget my name
You'll never forget my name
As we beg and steal and borrow
Life is hit and miss and this
I Hope, I Think, I Know
If I ever hear the names, you call
And if I stumble catch me when I fall
Cos baby after all
You'll never forget my name
You'll never forget my name
You'll never forget my name
You'll never forget my name
You'll never forget my name
And that is why I've gotta keep running
The future is mine and it's no disgrace
Cos in the end the past means nothing
You tell me I'm free then you tie me down
And from my chains I think it's a pity
What did it cost you to wear my crown
You don't like me why don't you admit it
I feel a little down today
I ain't got much to say
You're gonna miss me when I'm not there
And you know I don't care, you know I don't care
As we beg and steal and borrow
Life is hit an miss and this
I Hope, I Think, I Know
And if I ever hear the names you call
If I stumble catch me when I fall
Cos baby after all
You'll never forget my name
You'll never forget my name
You're trying hard to put me in my place
And that is why I've gotta keep running
The future is mine and it's your disgrace
Cos in the end your laugh means nothing
To feel a little down today
But you ain't got much to say
Who's gonna miss you when your not there
You know we don't care, you know we don't care
Cos as we beg and steal and borrow
Life is hit and miss and this
I Hope, I Think, I Know
If I ever hear the names you call
And if I stumble catch me when I fall
Cos baby after all
You'll never forget my name
You'll never forget my name
As we beg and steal and borrow
Life is hit and miss and this
I Hope, I Think, I Know
If I ever hear the names, you call
And if I stumble catch me when I fall
Cos baby after all
You'll never forget my name
You'll never forget my name
You'll never forget my name
You'll never forget my name
You'll never forget my name
Lagu ini seperti kebanyakan lagu Oasis lain, full of energy, spirit, enjoyable, and of course extremely underrated.. Thanks for Noel and friends, they're always make up my days.
![]() |
| Noel : HAVE A NICE DAY, KID! |
A Brief Visiting But Truly Shocking to Cambodia Genocide Sites (part. 2)
Tuol Sleng Genocide Museum
Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/The_Killing_Fields
http://forum.detik.com/showthread.php?t=80515
http://www.asal-usul.com/2009/04/khmer-merah-lembar-sejarah-kelam.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Tuol_Sleng_Genocide_Museum
my self-experience, definitely.
Setelah membahas sedikit tentang Ladang Pembantaian di Cheoung Ek yang masih mampu membuat ane mimpi buruk malam-malam, ane mau membahas tentang situs lain yang sama kejamnya. Penjara Genosida Tuol Sleng.
| Tampak depan bangunan museum |
| Sel-sel tahanan dari balok bata yang sangat sempit. |
Sebenarnya, sebelum bangunan bersejarah ini dialih fungsikan jadi tempat pembantaian, ia merupakan sebuah sekolah (SMA) bernama Chao Ponhea Yat. Ketika Pol Pot berkuasa, SMA itu diubah menjadi penjara yang terkenal, Security Prison 21 (S-21). Jadi, selain melakukan pembantaian masal di killing field, mereka juga membangun opsi siksaan lain yang tidak kalah kejamnya disini.
Tuol Sleng sendiri memiliki arti "Hills of the Poisonous Trees" alias bukit dengan pepohonan beracun. Sekolah tersebut disulap jadi tempat layaknya di film SAW. Pagar dengan kawat berduri mengelilingi area tersebut, jendela-jendela diisolasi dengan lempengan besi agar mencegah tawanan menyelinap keluar. Kelas-kelas diubah menjadi sel-sel kecil-kecilan yang saling dibatasi dengan tembok bata. Sungguh maksa sekali cecunguk-cecunguk komunis itu. Selain itu, tentu saja mereka memasang sejumlah peraturan disana.
![]() | ||
| Papan bertuliskan peraturan penjara dengan bahasa Inggris ngawur, serius. |
Para korban yang biasanya diculik begitu saja mencakup berbagai profesi seperti guru, dokter, profesor, jurnalis, petani, pedagang, dan sebagainya. Anak-anak, remaja, dan perempuan diperlakukan sama. Perempuan lebih parah karena mereka mengalami penganiayaan seksual sebelum dibunuh. Mereka ditawan bertujuan untuk memberi tahu informasi lebih jauh kepada tentara mengenai para pemberontak lain. Biasanya tiap orang disuruh memberi tahu hingga 15 orang nama lain kalau tidak maka mereka akan diberi siksaan berupa direbus ataupun disetrum. Kuku-kuku mereka semua dicabut paksa dan beberapa bahkan diberi siksaan seperti bor kepala.
![]() |
| Salah satu sel tahanan yang lumayan besar, ranjang besi itu digunakan untuk menyiksa seseorang |
Tempat ini memiliki 1.720 staf penjara yang brutal-brutal. Gambaran penyiksaan itu sebenarnya dilukis ditembok tembok penjara berbentuk mural-mural. Tapi gambarnya sangat seram dan ane rasa tidak perlulah ane pajang di blog ane. Sebab betul-betul brutal.
![]() |
| Foto-foto tawanan yang dipajang. Bukan sesuatu yang enak dilihat sebenarnya. |
![]() |
| Peta negara Kamboja yang disusun komunis dengan menggunakan tengkorak para korban |
Pada tahun 1979, Ho Van Tay, seorang fotografer asal Vietnam, akhirnya mengungkapkan keberadaan penjara tersebut dan mengeluarkan ratusan foto dokumentaris asli. Ia dan kawan-kawannya mengikuti aroma busuk mayat sampai ke gerbang penjara. Lalu disanalah mereka menemukan situs tersebut. Mayat-mayat disana sedang membusuk dan terlantar.
Sampai sekarang kedua situs itu masih dipertahankan berikut alat-alat penyiksa, baju-baju tawanan yang berdarah, dan kerangka-kerangka mereka. Mungkin mereka menyimpan itu semua untuk mengingatkan setiap orang bahwa manusia bisa saja lebih kejam kepada sesamanya demi memperjuangkan idealisme usang seperti komunisme. Ane cuma bisa berharap semoga dunia tidak lagi perlu menyaksikan tragedi pembantaian seperti ini. Sebab kalau mereka melakukan lagi, entah azab apa yang ditimpakan Tuhan buat kita semua.
Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/The_Killing_Fields
http://forum.detik.com/showthread.php?t=80515
http://www.asal-usul.com/2009/04/khmer-merah-lembar-sejarah-kelam.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Tuol_Sleng_Genocide_Museum
my self-experience, definitely.
Untuk mengetahui lebih jelas gambaran teror Khmer Merah kau bisa tonton film terkenal The Killing Field (1984) yang dibintangi juga oleh korban yang selamat dari pembantaian, Haing S. Ngor
Sabtu, 14 Agustus 2010
A Brief Visiting But Truly Shocking to Cambodia Genocide Sites (part. 1)
Ane ngepost lagi untuk ketiga kalinya hari ini. Hehe, mumpung liburan kan? Tapi kali ini mungkin agak panjangan dan sedikit mirip kuliah sejarah. Soalnya yang ane bahas rada historik dan sejujurnya, seram. Semuanya pasti inget zaman ketika negara kita sendiri dikuasai oleh teror dari Partai Komunis Indonesia? Pasti sudah sering mendengar kisah-kisah kekejaman mereka seperti tragedi G-30-S/PKI. Meskipun korban yang berjatuhan tidak hanya dari orang-orang angkatan bersenjata dan kepolisian tapi juga dari warga sipil yang tak berdosa. Sekarang ane mau sedikit membahas tentang kisah serupa dalam sejarah negara tetangga kita di Utara, tepatnya Kamboja, yang kebetulan ane sudah pernah kesana tahun 2007 dulu. Tiga tahun berlalu sejak kunjungan tersebut ane masih bisa merasakan merinding bercampur sedih tiap kali mendengar bagian dari sejarah kelam negara tersebut.
Setelah terbebas dari penjajahan Perancis tahun 1953, Kamboja tahun 1975-1979 pernah dikuasai oleh satu rezim dari partai komunis bernama Khmer Merah dibawah pimpinan Pol Pot. Saat itu Pol Pot memproklamirkan Kamboja sebagai negara baru. Ia menyebut Tahun 1975 sebagai "Year Zero" sebab ia berpikir untuk memulai sejarah baru Kamboja dengan ideologi miliknya. Setelah berhasil menumbangkan kekuasaan raja Norodom Shihanouk, ia beserta partainya Khmer Merah mendominasi Kamboja.
Teror
Hanya dalam beberapa hari kekuasaan saja, mereka melakukan banyak sekali tindak kekejaman. Semua pemberontak ditangkap dan dibunuh. Tidak terkecuali anak-anak dan wanita. Jumlah korban sampai sekarang diperkirakan tidak kurang dari 2 juta orang. Bayangkan. Padahal sesama warga Kamboja. Lebih jauh, sesama manusia! Barangkali 2 situs yaitu The Killing Field (Ladang Pembantaian) dan penjara genosida Tuol Sleng adalah yang paling terkenal diantaranya. Ane sendiri sempat mengunjungi keduanya, tapi sayang tidak ada fotonya--bisa dicek di salah satu link ane. Keduanya adalah saksi bisu kekejaman rezim Khmer Merah.
THE KILLING FIELD
The Killing Field alias "Ladang Pembantaian" adalah areal kosong tempat pembantaian warga sipil dilakukan. Suatu sumber menyebutkan ada total 343 ladang pembantaian di seluruh Kamboja. Kebetulan sewaktu kesana, ane mendatangi the biggest Killing Field di Kamboja di Choeung Ek. Dimana disana pernah sekitar satu juta nyawa dibantai dengan kejam, Sampai sekarangpun horor yang menyelimuti tempat tersebut begitu terasa. Kau pasti pernah merasakannya, seperti saat datang ke situs Lubang Buaya di Jakarta, tapi yang ini lebih bikin mual lagi. Memang sedikit menyebalkan juga mengingat foto-foto kunjungan ane hilang gara-gara laptop rusak. Di area tersebut, aku tidak bercanda ya, kalau kau menggali sedikit saja permukaan tanahnya, kau bisa menemukan semacam gigi atau serpihan tulang manusia. Area itu sendiri memang belum sepenuhnya dibongkar. Lusinan tulang maupun tengkorak bertebaran diatasnya. Sebuah studi yang dilakukan oleh Univesitas Yale mnegungkapkan bahwa jumlah korban dibantai disana mencapai 1.386.473 nyawa. Termasuk yang dibantai diantaranya adalah etnis Cina, Thailand, dan muslim Kamboja. Jumlah sebanyak itu, bisa kau bayangkan bagaimana tanah disana tenggelam oleh bergalon-galon darah?
![]() | ||
| Lubang-lubang berikut adalah tempat mayat-mayat korban ditumpuk lalu dibakar |
Yang seram lagi, tentu saja pembantaian anak-anak dan wanita. Mereka dibawa dengan truk kesana lalu dipenggal dengan menggunakan semacam dahan pohon yang sangat tajam (guide tournya waktu itu sempat memeragakan ketajaman tumbuhan itu dengan memotong sebuah botol plastik air mineral dengan sekali sabet). Bayi-bayi lebih parah. Mereka dibunuh dengan cara dipegan ujung kedua kakinya, mirip dengan seseorang yang menggenggam bat pemukul bola kasti, lalu memukulkan kepala bayi tersebut kesebuah pohon besar. Jujur saja, waktu penjelasan itu, ane sempat menangis sedikit. Bagaimana tidak menangis? Belum lagi orangtua si guide tour itu sendiri merupakan korban pembantaian. Ia sendiri--syukurlah--mampu melarikan diri ke Thailand.
![]() | |||
| Tengkorak yang dipajang dalam kuil memorial di Cheoung Ek |
The Trail of Tears : Jejak Airmata Indian Cherokee
SEKILAS TENTANG INDIAN
TRAIL OF ETERNAL TEARS
PERJALANAN
Kebanyakan dari kita jika mendengar mengenai kaum Indian, suku penghuni asli Amerika, maka yang terbayang adalah sekelompok manusia berkulit coklat kemerahan yang mencoreng wajahnya dengan hiasan bulu di kepala, pandai memanah, dan berkuda.. nomaden dan tinggal di kamp-kamp berbentuk kerucut. Meskipun bayangan itu benar, tapi kita belum terlalu mengenal mereka. Tulisan ini dikutip dari berbagai sumber dan bertujuan bukan hanya memberi sedikit gambaran bagaimana perlakuan para pendatang Amerika terhadap para penghuni asli, tapi juga tentu saja untuk menarik kesimpulan dan pelajaran, semoga bermanfaat.
Trail of Tears adalah salah satu bagian dari sejarah gelap permulaan Amerika Serikat yang jarang dibahas. Pada dasarnya, ketika para kaum pendatang--(disini yang dimaksud adalah para pendatang yang akhirnya mendirikan koloni-koloni yang jadi cikal bakal negara-negara bagian Amerika Serikat) yang kebanyakan berasal dari Inggris--melakukan kontak dengan suku Indian, diantara mereka ada yang bersikap baik namun ada pula yang berlaku kasar. Mereka membutuhkan para Indian untuk mengenalkan ilmu bercocok tanam lalu sebaliknya, menawarkan perjanjian damai kepada mereka seperti yang dilakukan oleh William Penn terhadap suku Indian Delaware. Meskipun demikian tetap saja sifat dasar para kaum pendatang yang rakus dan selalu haus tanah merupakan tantangan serius bagi suku Indian. Selama masa awal koloni-koloni Eropa di Amerika tersebut, baik pendatang maupun pribumi menjalin hubungan yang saling menguntungkan seperti perdagangan dan pendidikan. Telepas dari berbagai perlawanan dari mereka kepada imigran-imigran itu seperti kejadian Perang Pequot (1637) yang dilancarkan Indian untuk mencegah pembangunan pemukiman baru di area sungai Connecticut.
Kebudayaan mereka biasa diidentikan dengan hubungan yang harmonis antara alam dan manusia. Mungkin kalian pernah melihat film Pocahontas? Kira-kira seperti itulah gambaran kebijakan mereka dalam menghormati alam. Mereka memiliki ratusan bahasa yang berbeda antar suku. Mereka juga memiliki kepercayaan alias agama, tapi tentu saja saya tidak berniat membahas terlalu jauh karena saya hanya ingin membahas mengenai Trail of Tears alias Jejak Airmata. Jika berminat lebih jauh, silakan klik ini
TRAIL OF ETERNAL TEARS
Begitulah pada akhirnya kaum pendatang dan Indian hidup berdampingan selama berabad-abad. diwarnai oleh berbagai pergolakan dan konflik, kaum Indian sebenarnya tak pernah menerima kenyataan bahwa suatu saat Amerika yang mereka kenal tak akan sama lagi. Kemajuan disegala bidang, seperti penemuan lokomotif dan pertanian oleh imigran itu menuntut lebih banyak sumber daya. Termasuk tanah.
Persoalan tanah memang tak pernah lekang selesai antara kedua pihak. Akhirnya semua konflik mengenai lahan itu menyulut adanya kebijakan pemerintah federal untuk "memindahkan" para Indian dari kampung halaman mereka. Presiden saat itu, Andrew jackson menyetujui sebuah kebijakan yang disebut dengan Indian Removal Act of 1830.
![]() |
| Peta jalur pemindahan Indian tahun 1830-1835. |
Tahun 1831 adalah pemindahan pertama mereka, yaitu suku Indian Choctaw. Pemindahan ini akhirnya menjadi model rangkaian "pemindahan" selanjutnya.
Adalah Hernando DeSoto, seorang penjelajah asal Spanyol, yang pada tahun 1540 mengungkapkan adanya penemuan emas di area Pegunungan Georgia Utara. Sejak itu pencarian emas dan bahan tambang berharga lainnya berlangsung sangat gencar selama berabad-abad. Atas motivasi tersebut pulalah, tahun 1825, dimulai pemindahan para Indian penghuni Georgia, Indian Cherokee. Yang perlu diperhatikan disini adalah, para Indian Cherokee tersebut bukanlah suku nomaden. Mereka telah banyak berasimilasi dengan para imigran Eropa, mulai dari gaya berpakaian, mendirikan gereja dan sekolah, bahasa, dan seterusnya. Sehingga bukanlah hal menyenangkan bagi mereka ketika "pemindahan" besar-besaran itu dilakukan. Saat itu, dimana presiden Andrew Jackson berkuasa, pemindahan yang oleh dinamai oleh Cherokee sendiri Nunna daul Isunyi—“the Trail Where They Cried". Jejak dimana mereka menangis, telah memakan 4.000 korban jiwa, 2.000 dari Cherokee dan 2.000 dari tentara federal yang menyertai rombongan mereka. Mereka dijanjikan tanah di barat Amerika, Oklahoma, yang sekarang menjadi daerah pelestarian budaya Indian, namun semua itu sebenarnya lagi-lagi adalah masalah penemuan emas di daerah tempat Indian Cherokee tinggal. Penyelewengan itu didasari oleh sebuah perjanjian New Echota, yang berujung pada krisis hubungan antara Indian dan koloni Georgia. Presiden Andrew Jackson sendiri sepertinya enggan memanfaatkan kekuasannya untuk membela hak para Indian Cherokee.
PERJALANAN
Musim dingin yang kejam tahun 1838, para Cherokee memulai perjalanan ribuan mil mereka yang dimulai dari Red Clay, Tennessee, ke Oklahoma dengan wagon bersama ternak-ternak mereka. Mereka diberi selimut oleh rumah sakit setempat, namun tidak cukup. Akibatnya tentu saja banyak diantara mereka yang bertelanjang kaki tanpa sepatu ataupun mokasin (sandal khas Indian). Kedinginan dan kelaparan, mereka melanjutkan perjalanan tanpa bisa berhenti untuk singgah di desa-desa. Sebab oleh wabah cacar yang melanda saat itu, para penduduk imigran melarang kedatangan mereka karena takut tertular. Beberapa Cherokee bahkan dibunuh oleh penduduk lokal. Ketika mereka sampai di Golconda, Illnois Selatan, pada tanggal 3 Desember 1838, mereka berniat hendak menyebrang sungai dengan kapal Barry's Ferry. Para kru kapal mengharuskan mereka membayar 12 dolar per-kepala yang mana semestinya hanya 1 dolar saja. Kehabisan bekal dan uang mereka tidak diizinkan menyebrang dan terpaksa menunggu orang-orang menyebrang sambil berlindung dari salju dibawah tebing Mantle Rock. Banyak dari mereka yang karena terlalu lama menunggu, mati kedinginan sambil berangkulan bersama.
Tanggal 26 Desember 1838, Martin Davis, komisaris agen datasemen Moses Daniel menulis : "terdapat cuaca dingin yang tak pernah kualami sebelumnya disini (Illnois), sungai-sungai membeku dengan ketebalan mencapai 8 sampai 20 inci. Kami terpaksa harus memotong es setebal itu untuk memberi minum orang-orang dan hewan ternak. Salju turun setiap dua atau tiga hari sekali. Saat ini kami sedang berkemah di rawa Mississipi, sekitar 4 mil dari sungai. dengan es setebal itu, kami benar-benar tidak tahu kapan tiba waktunya untuk menyebrang.."
Seorang tentara yang ikut berpartisipasi dalam pemindahan Cherokee berkata : "Saya telah berjuang pada perang-perang sebelumnya, namun pemindahan ini adalah pekerjaan paling kejam yang saya ketahui"
Meskipun sebenarnya tidak hanya suku Indian Cherokee yang mengalami pemindahan paksa tersebut (sebab sebelumnya juga terdapat pemindahan suku Indian Choctaw, Chickasaws, Indian Creek) namun tetap saja ini adalah salah satu bagian sejarah yang tak terlupakan. Sama menjijikkannya dengan usaha ethnic cleansing lain seperti kejahatan genosida.
![]() |
| Tugu Peringatan Trail of Tears New echota Historic Site |
Selama perjalanan, dikatakan bahwa para Cherokee menyulut semangat mereka dengan menyanyikan lagu “Amazing Grace” Samuel Worcester, seorang pendeta yang ikut dalam perjalanan itu juga mengubah beberapa lagu gereja kedalam bahasa Cherokee. Lagu-lagu itu seakan menjadi lagu himne mereka semua.
Setidaknya meskipun kita mengenal baik betapa Amerika sangat menekankan prinsip hak asasi manusia dan kebebasan, kita sedikit mendapat gambaran, negara macam apa yang telah membangun sejarahnya dengan kaki-kaki imperialisme mereka menginjak kaum yang lebih lemah.
buku "Garis Besar sejarah Amerika" yang terbit pertama kali tahun 1949
Langganan:
Postingan (Atom)


















