Bismillah.
(ini tulisan pertama di blog, semoga tidak bikin bingung gaya tulisannya)
Masuk bulan Ramadhan, kegiatan justru makin berkurang. Bukan kegiatan spiritual, tapi rutinitas duniawi. Kuliah, kerja, ngantor, hal-hal seperti itu. Bulan Ramadhan normalnya jadi bulan liburan terutama buat pelajar. Kecuali bagi mereka yang punya pekerjaan, lainnya seakan berjalan lambat.
Kuliah sendiri libur dua bulan sejak bulan Juli. Rencana-rencana libur sudah disiapkan tapi kebanyakan gak berjalan lancar. Sampai saat ini, salah satu kegiatan kebanggaan (kebanggan, jujur saja itu kata yang pas, agak konyol juga sebenarnya, tapi bikin diri sendiri bangga juga) adalah Menandai Hari-Hari Puasa dengan Juz Al-Qur’an. Contoh; hari pertama puasa tamat juz 1. Hari kesebelas tamat juz 11, begitu seterusnya sampai hari ketiga puluh. Cara baru buat nandain kalender, selain bisa nargetin (insya Allah) khatam selama satu bulan. Terserah kata orang. Allah sendiri yang menilai.
Tapi sebenarnya ada hal baik juga. Pertama, shalat Tarawih disini tidak lagi 23 raka’at yang justru bikin kepala pening dan susah konsentrasi. Di masjid dekat rumah raka’atnya hanya 8 dan 3 rakaat Witir. Ini bagus sekali, secara gak langsung bikin semangat. Serius. Ceramahnya hanya 10 menit sehingga seluruh kegiatan itu mulai dari shalat Isya berjamaah selesai sampai jam 9 setiap hari, sederhana kan? Ditambah satu jam tadarus di masjid. Jauh lebih baik daripada Ramadhan-Ramadhan sebelumnya di SMA dulu.
Pokoknya begitulah setiap hari. Semuanya berlangsung damai, lambat, teratur. Setidaknya perasaan ane begitu. Setidaknya itulah yang terasa sejak Ramadhan kedua ane setelah lulus dari pesantren. Tak ada yang sama disini dengan pesantren dulu, kecuali sama-sama berusaha yang terbaik untuk mencari ridha Allah di bulan Ramadhan.Tidak banyak nonton TV (karena isinya bullshit semua, kecuali Tafsir Al-Mishbah Pak Quraisy Syihab). Semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari tahun kemarin.
Ah, ya dan semoga cukup beruntung untuk dapat malam Lailatul Qadr! Amin!!
PS : Acara TV Spesial Ramadhan kacau semua. Matikan TV dan buka Al-Qur’an kalau cukup muak dengan sampah-sampah itu.
Have a nice day!
setuju bgt ce dgn tulisan pertama ini...
BalasHapussemangat terus yaaa temanku...
aq senang bisa membaca tulisanmu lagi...