Kamis, 19 Agustus 2010

Yang Disebut Dengan Kesombongan

Kita semua setuju kalau sombong adalah penyakit hati, kan? Bagus sekali. Nah, ane disini gak brniat menceramahi siapapun. Tapi seandainya, kids, kalian mau memberi sanggahan atau masukan yang bagus, feel free for it. Ane disini sekadar mau berbagi pemikiran saja, sebab ane pikir kalau banyak pemikiran kita tidak tersalurkan dengan baik, maka otak bisa mandek dan kehabisan kreativitasnya.

Allah SWT (i'm a muslim anyway, just for you to know), dalam kepercayaan saya pernah berfirman bahwa orang yang sombong alias angkuh tidak punya tempat di surga nanti. Dalam Islam, orang yang sombong berarti mereka yang merasa dirinya superior DAN merendahkan orang lain. Jangankan orang lain, bahkan kadang sang Pencipta juga dia rendahkan. Inilah yang bisa ane sebut sebagai penyakit sombong tingkat akut. Ia merasa sah-sah saja merasa begitu dan merendahkan yang lain. Ia merasa puas diri, dan tidak mau belajar.

Ane rasa kita semua haruslah bisa membedakan antara apa yang disebut dengan kesombongan dan kepercayaan diri. Meskipun ada lagi jenis lain, alias narsis. Narsistik artinya sifat seseorang yang mencintai diri sendiri secara berlebihan. Tapi itu kita bahas nanti saja. Yang pasti, ane menganggap narsistik adalah sifat negatif dan sangat dekat dengan kesombongan. Dan itu semua dekat dengan ego. Egois jelas-jelas adalah sifat jelek yang justru merendahkan orang itu sendiri. That's what i think.

Ane yakin semua dari kita pernah merasa superior dari orang lain, entah itu cuma sesaat atau sebesar apa tingkat kesombongan itu, tergantung dari karakter kita masing-masing. Sombong yang membuat seseorang malas belajar, menganggap orang lain tidak sama nilainya, dan yang--tentu saja--membuat iblis tidak ingin bersujud pada Adam 'alaihissalam sehingga ia dideportasi dari surga. Segitu parahnya akibat dari sifat sombong. 
Lalu bagaimana dengan sifat percaya diri?
Perbedaan mendasar antara keduanya jelas, yaitu : Jika sombong merasa ia paling hebat dalam bidang tertentu, tidak mau belajar, dan cenderung menyakiti perasaan orang lain dimana tak ada seorang pun yang berhak dicaci maki (kecuali orang-orang di faithfreedom, ane bercanda tapi agak serius). Sementara percaya diri adalah kebalikan dari itu semua. Percaya diri berarti meyakini potensi diri sendiri dan merasa bahwa dirinya pantas dan memiliki nilai, tapi TIDAK dengan merendahkan siapapun dari pihak manapun. Itulah.

Tapi satu hal yang ane yakini, tidak ada seorangpun yang pantas kita rendahkan, untuk alasan apapun. Termasuk diri kita sendiri. Jika kita menghormati diri sendiri, merasa bahwa kita ini pantas mendapat kebaikan, hal-hal baik itu pasti beneran terjadi pada kita. Ambil contoh, seseorang yang memberikan pidato dengan keyakinan, para audiens otomatis akan ikut meyakini apa yang dia ucapkan. Bagaimana dengan orang yang ragu? Audiens jelas akan merasa bosan dan menganggap perkataannya adalah omong kosong. Haha, ini berdasarkan pengalaman pribadi sebenarnya.. 
Ane pernah menyimak interview dengan salah satu seleb yang terkenal dengan kearoganan dirinya dan bandnya. Ia cukup terkenal, dan walaupun banyak yang mengejek kearoganannya, dia menampilkan sifat acuh tak acuh. Meskipun orang ini juga memiliki sejumlah penggemar fanatik dan mengamini semua opini pribadinya. Ketika ia ditanya oleh wartawan; "Mengapa kok anda yakin sekali musik anda yang terbaik didunia, lalu anda berkoar-koar soal itu?"
Well, dia menjawab :
"Sebenarnya itu semua terserah orang bagaimana menyikapi sikap saya. Saya yakin dengan yang saya ucapkan. Kau tahu kalau kau berkata dengan yakin : sayalah yang terbaik, lalu kau memberikan aksi nyata untuk mewujudkan kata-kata itu, yah... 50% orang akan percaya,"

I love this man.

Mungkin kita sering tercampur batas antara arogansi dengan kepercayaan diri. Tapi yakinlah, kita semua berhak mendapatkan yang terbaik. Tak ada dari kita yang cacat atau kurang, karena Yang Maha Sempurna sudah menciptakan kita dengan segala potensi yang kita punya. Yang perlu kita tambahkan ya, tentu saja, seperti yang seleb tadi katakan : yakinlah, maka orang-orang akan meyakinimu juga. Hampir tak ada yang tak mungkin untuk diwujudkan. Hanya... ingat, hanya Allah SWT yang tidak bisa kita lampaui. Benar-benar tidak boleh. Aku pernah dengar hadits yang mengatakan orang yang sombong tak akan mampu mencium bau surga.

Jadi lampaui semua batas diri yang kau ciptakan itu. Jangan buat mitos bahwa tak ada orang yang lebih cerdas daripada Albert Einstein, tak ada yang lebih berbakat dari Da Vinci, tak ada band yang lebih legendaris daripada Beatles, tak ada tim bola yang lebih hebat dari tim Jerman, blah blah... Lampaui semua itu dan teruslah belajar. Tapi jangan rendahkan siapapun. Siapa tahu kita tidak lebih baik daripada yang kita rendahkan, betul?


So we see the differences here, right? Give me your opinion.


ada kucing numpang mejeng, have a nice day kids!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar