Sabtu, 28 Agustus 2010

Soal Cowok dll.

Pernah nggak ditanya soal makna 'kebebasan' dan lain-lain?
Ane sering bicara hal-hal yang berat. Kau tahulah, hal-hal serius macam : apa arti hidup buatmu? Kenapa ya, manusia gak pernah puas? Apa yang terjadi nanti setelah mati? Dan lainnya yang biasa diobrolin di kampus. Meskipun entah kenapa beberapa orang agak senang membicarakannya denganku, mungkin dipikirnya aku ini anak yang serius dan punya pikiran agak mendalam dibanding yang lain. Aku tidak tahu.

Tapi yang pasti aku bukannya tidak senang ngomongin itu, hal-hal menyesakkan hati seperti itu kadang justru enjoy juga. Aku ini bukannya sok filosofis atau apa. Mungkin karena aku memang terlalu melihat sesuatu dengan serius yang bahkan juga diiringi rasa cemas dan takut. Susah menjelaskannya.

Tapi hal yang paling tidak ahli kubicarakan adalah tentang cinta. Kau tahu, cinta... cinta pada lawan jenis. Mungkin itulah sebabnya setahu yang aku lihat, hampir tak ada yang berbicara soal "cowoknya" atau "ceweknya" denganku. Curhat soal pasangan mereka dan sebagainya. Mungkin itu juga sebabnya kebanyakan teman dekat sekitarku adalah jomblowan/jomblowati. Serius. Rata-rata temanku yang punya pacar, mereka seakan punya base camp sendiri-sendiri. Lucunya, seandainya ada pasangan yang baru jadian, sementara anak sekelas tahu kejadiannya, biasanya cuma aku sendiri yang tidak tahu. Tak ada orang yang memberi tahuku. Dan aku juga tak pernah menanyakan begituan. Atau akunya yang kurang peka? Pokoknya barulah sebulan dua bulan aku tahu. Soal begituan memang tidak penting untuk diketahui, sih. Aku cuma terkejut dan agak bingung, jangan-jangan aku punya semacam sexual disorder atau apa? Aku ini tidak tertarik pada satupun makhluk lawan jenis dalam hidupku. Kecuali, yah... artis-artis itu.

Sebenarnya soal jatuh cinta (akh, akhirnya kuketik juga 'kan..), teman-teman juga banyak yang merasakan hal yang sama. Umumnya bukan karena gak berminat. Mungkin karena belum ketemu yang cocok.

Yang bikin aku heran lagi, nih... aku paling benci, beneran benci plus risih, kalau ada cowok yang coba-coba memberi perhatian khusus padaku. Aku sih bisa saja pasang tampang suka, tapi perasaan sebenarnya berlawanan. Gak sekali dua kali ane dikasih barang sama cowok, jujur saja. Tapi tiap kali ingat, yang terbersit dalam pikiran adalah : sial, gw serasa ngutang sama cowok. Aku memang tidak senang kalau dibaik-baikkin sama mereka. Serasa palsu, begitu. Agak munafik.
Apalagi kalau misalnya ada yang begini :

"Eh, tonton ya film ini! Bagus banget, nyesel gak nonton!"

Terus si cowok bilang : "Hm, ane gak suka nonton sih... Tapi asal nt seneng, ane coba tonton deh"

what the fook..

Jadinya ane menilai kebanyakan yang namanya orang kalau sudah naksir orang lain, pasti akan melakukan sesuatu demi kesenangan orang yang bikin dia naksir (aduh, jelek banget sih bahasanya). Sepeti kasus tadi. Maksudnya, aku akan jauuuhhh lebih menghargai kalau dia mau menonton karena dia memang kepingin, Bukan demi kepuasanku. Biasanya kalau sudah begitu ane balas saja : "Gak usah, gak usah nonton juga gak apa-apa,". Begitu saja. Tapi dia akhirnya tetap maksa nonton. dan bodohnya lagi, gak ngerti maksud filmnya. Halah. What a prick.

Yang namanya cowok memang tertarik cuma sama hal-hal bodoh kayak motoGP atau lagu-lagu rock gak jelas. Jarang aku kenal cowok yang bisa diajak bicara soal film, buku, ataupun musik. Mereka bahkan masih tertukar membedakan antara 'minat' dan 'keahlian'. Bukannya sok pintar. Tapi biasanya cowok yang aku ajak bicara orangnya agak-agak dungu sampai-sampai tidak tahu siapa itu John Lennon atau Hunter S. Thompson. Selera orang memang beda. Tapi bosan juga rasanya kalau bicara soal begituan, mereka cuma manggut-manggut sambil "oohh" dan "hmmm", jelas betul bingung mau merespon apa. Mungkin itulah kenapa aku sangat suka pada cowok pintar. Tapi bukan asal pintar. Cowok-cowok di kelasku banyak yang pintar. Tapi, entahlah.. tak ada yang sedikit luwes, berwawasan, ataupun agak berontak sedikit. Semuanya anak baik yang bikin bosan.

Aku ini orangnya memang bodoh, jadi aku lumayan senang kalau bertemu dengan mereka yang lebih pintar. Mereka selalu bikin kagum. Pintarnya bukan sok tahu. Pintarnya itu juga bukannya jenius seperti Einstein atau Bohr, tapi yang tahu apa yang kumaksud dan apa yang sebenarnya terjadi. Bicara apa aku ini. Aku memang agak bodoh soal beginian. Soal menentukan cowok macam apa yang menarik. Saat ini yang menarik buatku yah, cuma cowok yang bisa main gitar sambil mengarang lagu seperti Johnny Cash, James Taylor, hingga Noel Gallagher. Mereka kelihatan luar biasa dan membuatku iri. Iri pada istri-istrinya. Hahaha.

Sudahlah, nanti kalau kulanjutkan malah bikin kau muntah. Aku sendiri agak mual-mual dari pagi.


Have a nice day, kids!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar