Tersembunyi oleh pohon akasia besar dan rindang
Malam ini aku memimpikan pemandangan itu
Tentang rumah yang sepuluh tahun lalu kukunjungi :
Rumahmu
Aku tak mengenalmu, juga tidak ingat bagaimana kau mengenalku
Tapi suatu hari kau mengajakku kerumahmu dan disanalah aku mengenal
arti dari tempat yang asing. Sangat asing.
Pertama kalinya kulihat seseorang memajang bendera Amerika besar di dinding kamar
yang terlihat dari sebuah jendela besar dekat pintu, banyak jendela besar, seakan
semua orang bisa melihat kedalam lewat jendela-jendela kaca itu
Bob Marley menatapku dengan tenang dari dinding kamar
Seekor anjing besar berlari kearahmu
Aku tidak mengenal siapapun teman yang memelihara anjing kecuali kau
Nenekmu (atau ibumu?) sedang merajut sesuatu diatas kursi goyang
Sementara angin semilir yang membawa aroma tanah berembus
memainkan rambut ikalmu yang pirang
Lalu kau tersenyum seperti malaikat
dan yang kutahu waktu seakan melambat seperti dalam mimpi
Kukatakan padamu, aku harus segera pulang atau ibuku akan marah besar,
kalau marah, dia akan memukulku dengan sapu lidi
Lagi-lagi kau tersenyum
dalam mimpiku kau mengatakan sesuatu, tapi tentu saja aku lupa apa itu.
Aku tahu semua ini hanya mimpi.
Aku memimpikan kenangan yang tiba-tiba bangkit.
Rumahmu, anjingmu, Bob Marley, dan nenekmu
Senyum dan rambut ikal yang pirang milikmu
Apakah bila manusia semakin dewasa maka kenangan bekerja semakin dramatis?
Ataukah mimpi sebenarnya adalah keinginan yang terpendam?
Ataukah sebenarnya kau ingin aku kesana lagi?
Rumah itu tentu saja tak ada lagi. digantikan oleh pertokoan dan perumahan.
Tapi kau dan rumahmu beserta isinya tersimpan selamanya dalam benakku
...sebuah tempat yang asing, magis, tapi indah
Rumah orang asing.
Rumah seorang teman yang terlupakan.
PS:
This poetry based on my real experience with a friend which i forget the name, someone with name 'Immanuela something', she's white, i mean not Indonesian girl---i told you i forget it already. When one day i dreamed about her house, i went to the location the house was. The house, of course, wasn't there but shops and people houses. I don't know where she is today but i believe she's also forget anything about me. Like i do. All the scenes which i remember were exactly the same like i saw in my dream. A big white house, with many windows, and a big tree beside it.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar