Selasa, 17 Agustus 2010

My 5 Best Fictional Guy Characters

Hy, kids! Ane ngepost lagi. Bagus. Mungkin suatu saat ane akan bosan ngepost (kemungkinan kecil), tapi sampai saat itu tiba--haha--ane bakal terus ngepost tiap kali ada sesuatu yang menarik. Tenang saja, buat nt yang nyasar ke blog ini, bagus sekali. Sebab ane gak berniat mempublikasikan blog ini seperti blogger-blogger menyedihkan lain, kau tahu kan? Yang sampai memajang iklan baris porno, bikin stiker alamat blog mereka sendiri, atau yang sampai ngebet pengen di follow ribuan orang. Zzzz... disini gak akan ada iklan baris dan hal-hal goblok seperti itu. Soalnya ane bukan nyari duit. Ane menulis bukan untuk kalian, kids.. tapi buat diri ane sendiri. Jadi kalau mau komentar ya silakan, gak mau? Silakan juga
Hiah, ngelanturnya kok jauh betul??!


Ane suka baca buku. Kadang-kadang beberapa buku sangat berpengaruh dalam cara ane bersikap. Berikut ini adalah tokoh-tokoh fiksi dari beberapa buku terbaik yang kubaca. Ada yang sama denganku?

5. Miles O'Malley

Jika ada novel fiksi yang kubaca berulang-ulang ratusan kali, itu pastilah novel The Highest Tide yang dikarang oleh Jim Lynch. Miles adalah si tokoh utama dan jadi penutur sudut pandang pertama tunggal dari novel ini. Sebab kenapa aku sangat menyukainya, karena dia itu sangat pintar soal ilmu pengetahuan kehidupan laut dekat rumahnya di Puget Sound. Meskipun hampir disangka anak ajaib oleh sebuah sekte agama, dan anak jenius oleh media lokal, tapi ia tetap rendah hati (malah rendah diri juga). Dia berpendapat, tak ada yang istimewa dari dirinya. Yang aneh justru mengapa orang-orang selalu luput dari hal-hal indah dan menarik seperti kehidupan bawah laut? Sudut pandang yang lugu tapi cerdas itulah yang kusuka darinya.

What he says:
"most people realize the sea covers two thirds of the planet, but few take the time to understand even a gallon of it. … Most people don't want to invest a moment contemplating something like that unless they happen to stroll low tide alone at night with a flashlight and watch life bubble, skitter and spit in the shallows. Then they'll have a hard time not thinking about the beginnings of life itself and of an earth without pavement, plastic or Man"

4. Huckleberry Finn

Dari novel modern klasik Amerika "The Adventures of Huckleberry Finn" karya Mark Twain yang kontroversial. Huck Finn adalah anak cowok biasa yang hidup di era perbudakan di Amerika. Dia nakal, usil, pintar, dan berani. Yang membuatku menyukainya adalah meskipun masyarakat mengecapnya sebagai "anak nakal tidak berpendidikan" tapi ketika ia bertemu dengan Jim, budak pelarian yang nekat kabur untuk bisa merdeka, ia menolongnya bahkan berteman dengannya sehingga dimulailah segala petualangan mereka berdua dinovel ini. Hubungan yang tidak biasa antara anak cowo kulit putih dengan budak pelarian dewasa inilah yang jadi poin menarik.

What he says :
"Well, it made me sick to see it; and I was sorry for them poor pitiful rascals, it seemed like I couldn't ever feel any hardness against them any more in the world. It was a dreadful thing to see. Human beings can be awful cruel to one another."

3. Holden Caulfield

Holden adalah tokoh fiksi rekaan JD Salinger di novelnya yang gak lekang sepanjang zaman, The Catcher in The Rye. Setelah dikeluarkan sekolah karena nilainya yang anjlok hampir disemua mata pelajaran kecuali Bahasa Inggris, ia berniat untuk kabur dari rumah dan sekolah. Usianya yang 16 tahun, namun pandangannya yang sinis pada dunia dan orang-orang. Jiwanya yang memberontak sekaligus kesepian itulah yang membuatku, well.. menyukainya. Kau harus baca ini. Novelnya lucu, walaupun agak kasar. Ah! Dan satu hal, ane punya kesamaan dengannya. Kami sama-sama sangat benci para munafik. Kalau kau sama juga, bagus sekali. Tapi kalau kau bilang : semua orang juga pasti munafik, berarti kau setuju pada kemunafikan, dan artinya kau bisa menyingkir dari blog ini.

What he says:
"He was singing that song, "If a body catch a body coming through the rye." He had a pretty little voice too. He was just singing for the hell of it, you could tell. The cars zoomed by, the brakes screeched all over the place, his parents paid no attention to him, and he kept on walking next to the kerb and singing "If a body catch a body coming through the rye." It made me feel better. It made me feel not so depressed anymore."

"Take most people, they're crazy about cars. They worry if they get a little scratch on them, and they're always talking about how many miles they get to a gallon, and if they get a brand-new car already they start thinking about trading it in for one that's even newer. I don't even like old cars. I mean they don't even interest me. I'd rather have a goddam horse. A horse is at least human, for God's sake".

2. Atticus Finch

Siapa yang tidak tahu dia? Kau tidak tahu? You're so missing something worthy, then! Nah, kalian tahu novel To Kill A Mockingbird yang terkenal itu? Tidak tahu lagi? Mungkin kau cuma kenal Harry Potter saja, ya? Novel yang dapat penghargaan Pulitzer ini dikarang oleh Harper Lee. Atticus Finch adalah seorang pengacara Maycomb yang dibenci warganya karena membela hak seorang budak kulit hitam, Tom Robinson, dipengadilan. Sifatnya yang karismatik, kalem, bijak, tapi tegas pada segala tindakan yang salah membuat anaknya (Scout dan Jim) kagum pada ayahnya. Atticus adalah pecinta damai. Ia pendiam dan selalu serius, tapi lewat penuturan anaknya, Scout, di novel ini, kita akan menyadari betapa luar biasa Atticus Finch! I really want to be like him.

What he says:
"You never really understand a person until you consider things from his point of view--until you climb inside of his skin and walk around in it."

"Shoot all the bluejays you want, if you can hit 'em, but remember it's a sin to kill a mockingbird. Mockingbirds don't do one thing but make music for us to enjoy. They don't eat up people's gardens, don't nest in corncribs, they don't do one thing but sing their hearts out for us. That's why it's a sin to kill a mockingbird."

1. Samwise Gamgee

Pernah menonton The Lord of The Rings? Nah, ane juga membaca bukunya, karya JRR Tolkien. Buku yang bagus. Karakter favorit ane selain si Aragorn itu adalah Sam Gamgee. Ane gak bisa lebih kagum dari ini. Dialah sebenarnya pahlawan cerita. Yah, Frodo juga, tapi Frodo tak akan berhasil tanpa dukungan moral Sam Gamgee. Ya, dia tidak tampan seperti Holden Caulfield, ya, dia tidak jenius seperti Miles O'Malley, ya, dia tidak sekarismatik Atticus Finch. Tapi dia punya kesetiaan besar. Seperti Huck Finn setia kawan dengan Jim. Dia adalah partner terbaik dalam perjalanan. Dialah yang mengalahkan laba-laba raksasa Shelob dan yang melindungi Frodo dari Gollum. Setia kawan, berani, dan optimis adalah karakter utamanya. Buatku, Sam mengingatkanku tentang arti sahabat sejati, bukan munafik-munafik yang kau lihat tiap hari di kampus.

What he says:
Sam: It's like in the great stories Mr. Frodo, the ones that really mattered. Full of darkness and danger they were, and sometimes you didn't want to know the end because how could the end be happy? How could the world go back to the way it was when so much bad had happened? But in the end it's only a passing thing this shadow, even darkness must pass. A new day will come, and when the sun shines it'll shine out the clearer. Those were the stories that stayed with you, that meant something even if you were too small to understand why. But I think Mr. Frodo, I do understand, I know now folk in those stories had lots of chances of turning back, only they didn't. They kept going because they were holding on to something.

Frodo: What are we holding onto, Sam?

Sam: That there's some good in the world, Mr. Frodo, and it's worth fighting for.


Have a nice day, kids!





Tidak ada komentar:

Posting Komentar